GP Ansor sebut Perppu Ormas Terlambat, Sedangkan Indonesia Darurat Radikalisme

GP Ansor sebut Perppu Ormas Terlambat, Sedangkan Indonesia Darurat Radikalisme


Jakarta, Kabarsatu --Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) wilayah Jakarta siap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kelompok yang ingin mengubah ideologi negara Pancasila. Ansor siap melawan setiap tindak tanduk radikalisme.

Sekretaris GP Ansor DKI Jakarta, Dendy Finsa, menjelaskan, merawat kebhinekaan dan melawan radikalisme adalah kewajiban yang mesti dijalankan. Hal tersebut merupakan tugas seluruh warga negara Indonesia, tak terkecuali GP Ansor.

"Merawat kebhinnekaan dan melawan radikalisme itu adalah kewajiban. Bagi kami itu adalah jihad terhadap pihak-pihak yang mau merongrong kebhinekaan," ujar Dendy Finsa, saat diskusi "Merawat Kebhinekaan dan Melawan Radikalisme", di kawasan Grogol, Jumat malam (14/7).

Lebih lanjut, Dendy juga mengapresiasi langkah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU tentang Organisasi Kemasyarakat (Ormas).

Menurut Dendy, Perppu tersebut membuat pemerintah bisa memantau pergerakan Ormas yang sudah keluar dari jalur ideologi bangsa. Bahkan, GP Ansor pun siap diawasi pemerintah jika melenceng.

"Dalam hal Perppu Ormas yang dikeluarkan pemerintah itu harus diapresiasi, meskipun agak sedikit terlambat, karena sudah masuk darurat radikalisme," kata Dendy.

Di tempat yang sama, Koordinator Aikonesia, Paul Iman Pandjaitan, mendukung kebijakan pemerintah dalam menerbitkan Perppu tentang Ormas, asalkan tidak 'mengebiri' kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat.

"Saya sangat setuju bahwa harus ada produk hukum yang jelas untuk mengatur keberadaan ormas yang ada saat ini. Sehingga ormas-ormas lebih mengedepankan Pancasila," kata Iman.

Ke depan, tambah dia, pemerintah harus berperan lebih aktif dalam melakukan pencegahan terhadap radikalisme. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut sebelum ada intervensi pemerintah.[rol/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.