Gawat, Indonesia Ranking 4 Tingkat Kesenjangan Ekonomi Tertinggi di Dunia

Gawat, Indonesia Ranking 4 Tingkat Kesenjangan Ekonomi Tertinggi di Dunia
Gawat, Indonesia Ranking 4 Tingkat Kesenjangan Ekonomi Tertinggi di Dunia
Ilustrasi


Jakarta, Kabarsatu --Tingginya kesenjangan sosial menempatkan Indonesia menjadikan negara dengan ketimpangan ekonomi tertinggi keempat di dunia setelah Rusia, India dan Thailand. Berdasarkan catatan Lembaga Keuangan Swiss, Credit Suisse, bahwa 1 persen orang Indonesia menguasai hampir setengah kekayaan Indonesia atau tepatnya diangka 49,3 %.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan kondisi ketimpangan itu, jelas memerlukan suatu instrumen pada sistem ekonomi di Indonesia, yaitu instrumen yang secara struktur ekonomi dapat menghadirkan distribusi yang merata bagi seluruh rakyat.

“Instrumen itu jauh hari telah diperkenalkan oleh Islam yang dikenal dengan "Zakat" dan sedekah,”katanya kepada wartawan di Bandung, beberapa waktu lalu.

Aher sapaan Gubernur Jawa Barat ini menuturkan dalam konsep zakat, distribusi pemerataan dan kekayaan telah masuk kedalam tata aturan pengelolaannya. Dia menilai begitu tingginya perhatian Islam terhadap pemerataan kesejahteraan ekonomi, sehingga zakat dapat ditempatkan sebagai konsep dasar utama dalam Islam, yaitu rukun Islam.

“Setiap muslim tidak dapat mengelak untuk tidak membagikan kelebihan hartanya, karena zakat adalah suatu kewajiban yang sudah ditentukan Allah dan Rosulnya,”ungkapnya

Menurutnya, zakat merupakan cara Allah, mekanisme Illahiyah yang mengharuskan semua pemilik harta mengeluarkan minimal 2,5 % untuk pemberdayaan kaum papa, yaitu fakir miskin supaya berdaya dan menjadi sejahtera.

"Yang penting adalah bagaimana membangun dan mengisi negeri ini dengan berbagai program dan kegiatan pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,”tegasnya.

Aher menambahkan berdasarkan data Gini Ratio Indonesia terakhir masih diangka 0,394 pada September 2016. Suatu angka yang menunjukkan masih cukup jauhnya mencapai pemerataan ideal, yaitu diangka 0.

“Faktanya, di negeri kita pemerataan masih menjadi impian yang jauh dari kenyataan,”pungkasnya. [wartae/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.