Belum Sempat Diproses, Wakapolri Sebut Kasus Kaesang dihentikan

Belum Sempat Diproses, Wakapolri Sebut Kasus Kaesang dihentikan
Belum Sempat Diproses, Wakapolri Sebut Kasus Kaesang dihentikan
 Wakil Kepala Polri, Komjen Syafruddin


Jakarta, Kabarsatu --Anak bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dilaporkan karena dianggap melakukan ujaran kebencian.Kaesang dilaporkan dengan ancaman ujaran kebencian  penodaan agama.Laporan tersebut belum sempat diproses.Secara terpisah, Polres Kota Bekasi, Jawa Barat, dijadwalkan akan memeriksa Muhammad Hidayat, orang yang melaporkan kasus itu, pada Jumat (07/07).

Namun Wakil Kepala Polri, Komjen Syafruddin, mengatakan kepolisian tidak akan menindaklanjuti kasus putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, yang dituduh menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dan menodai agama.

"Saya tegaskan (laporan) itu mengada ada. Ya, laporannya mengada-ada. Kita tidak akan tindak lanjuti laporan itu," kata Syafruddin, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (06/07).
Syafruddin mengindikasikan bahwa laporan yang disampaikan Muhammad Hidayat tidak masuk akal.

"Jadi kita juga, Polri, penyidik itu harus rasional, jadi tidak semua laporan masyarakat ditindaklanjuti. Kalau itu rasional, ada unsurnya itu bisa ditindaklanjuti, kalau tidak ada, ya tidak perlu," kata Syafruddin.

Menanggapi kata ndeso yang dipersoalkan pelapor, Syafruddin menilai kata itu bernada kelakar.
"Saya juga dari kecil sudah dengar omongan 'ndeso' itu, guyonan saja," kata Syafruddin.

Pelapor diperiksa

Secara terpisah, Polres Kota Bekasi, Jawa Barat, dijadwalkan akan memeriksa Muhammad Hidayat, orang yang melaporkan kasus itu, pada Jumat (07/07).

Kepolisian meminta Hidayat menyerahkan bukti fisik yang mendasari laporan tersebut. Pada pemeriksaan itu, kepolisian juga akan mengklarifikasi sosok Kaesang yang diadukan Hidayat, Minggu (02/07) lalu.

"Sampai saat ini belum ada bukti yang diserahkan pelapor kepada polisi. Di dunia maya itu banyak sekali video hasil edit," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada wartawan BBC Indonesia, Abraham Utama.

Pada laporan bernomor LP/1049/K/VII/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota, Hidayat hanya mencantumkan Kaesang pada nama terlapor. Ia menuduh Kaesang melanggar pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

Setelah memeriksa Hidayat, Argo berkata, Polresta Bekasi akan meminta pendapat dari sejumlah saksi ahli. Ia menyebut gelar perkara akan menjadi penentu lanjut tidaknya laporan itu ke proses hukum berikutnya.[bbc/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.