Australia Desak Diktator China Bebaskan Janda Peraih Nobel Liu Xiaobo

Australia Desak Diktator China Bebaskan Janda Peraih Nobel Liu Xiaobo


SYDNEY, Kabarsatu - Australia meminta China untuk mengangkat hukuman tahanan rumah yang dijatuhkan pada janda pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Liu Xiaobo. Liu Xiaobo meninggal dalam tahanan pada minggu lalu karena penyakit kanker hati.

Liu Xiaobo (61) dipenjarakan selama 11 tahun di tahun 2009 karena menghasut tindakan subversi terhadap kekuasaan negara. Ia dijatuhi hukuman setelah membantu menulis sebuah petisi yang dikenal sebagai "Piagam 08" yang menyerukan reformasi politik di China.

Istrinya, Liu Xia, berada di rumah sakit karena kesehatannya memburuk selama beberapa minggu terakhir. Meski begitu, ia tetap berada di bawah tahanan rumah yang efektif sejak suaminya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2010.

"Kami meminta pemerintah China untuk mencabut larangan perjalanan terhadap istrinya dan membebaskannya dari tahanan rumah," kata Menteri Luar Negeri Julie Bishop seperti dikutip Reuters dari Australian Broadcasting Corp, Minggu (16/7/2017).

Komentar tersebut kemungkinan akan membuat China naik pitam. Negeri Tirai Bambu itu selama ini telah membuat sikap yang tegas terhadap negara-negara Barat yang memberi komentar tentang Liu Xiaobo. Pernyataan ini diyakini menambah bahan bakar pada hubungan China dengan Australia.

Australia bergantung pada China sebagai mitra dagang terbesarnya, namun Beijing mencurigai adanya hubungan militer yang dekat antara Canberra dengan Washington.

Kecurigaan China telah berkembang di Australia akhir-akhir ini, dipicu oleh kekhawatiran bahwa Beijing menggunakan pengaruhnya yang berkembang untuk menggeser opini publik mengenai isu-isu kebijakan sensitif dan membendung kritik.[sindo/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.