Risih Pemberitaan Media Ekstrim, GNPF MUI : "Yang Benar Kami bukan meminta Ketemu Jokowi"

Risih Pemberitaan Media Ekstrim, GNPF MUI : "Yang Benar Kami bukan meminta Ketemu Jokowi"


Jakarta, Kabarsatu - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir tampanya risih dengan respon atas pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Terutama, soal sebutan pihaknya yang meminta bertemu dengan presiden di Istana Negara pada hari raya Idul Fitri, Minggu (25/6). Menurutnya, kata meminta tidak tepat digunakan.

"Yang benar bukan meminta, tapi kami menggagas terjadinya dialog antara GNPF MUI dan Pak Presiden," ujarnya saat menggelar konferensi pers di AQL Islamic Center, Tebet, Selasa (27/8).

Sejatinya, keinginan mereka untuk bertemu Jokowi katanya sejak Aksi Bela Islam pada 4 November 2016 atau yang dikenal dengan aksi 411. Namun, karena satu dan lain hal, mereka tidak dapat bertemu dengan pemimpin negara itu.

Begitu pula pada aksi 212. Jokowi katanya hanya menyampaikan salam kepada semua peserta aksi lalu kembali ke Istana Negara. Setelah itu, GNPF MUI katanya hampir kehilangan cara untuk berkomunikasi dengan Jokowi.

Oleh sebab itu, mereka berbicara dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencari penyelesaiannya, namun tak jua menemui hasil.

Lalu, mereka difasilitasi Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto yang berjanji akan menyalurkan aspirasi mereka ke Jokowi. "Kami ingin sekali menjadikan dialog jalan solutif dengan tidak melulu mobilisasi massa untuk minta berjumpa," terang Bachtiar.

Hingga akhirnya mereka bertemu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di rumah dinasnya. Kebetulan juga, Menag dibawahi Menkopolhukam. GNPF MUI meminta Menag menyampaikan kembali aspirasi mereka ke Wiranto.

"Pertemuan itu, kesannya GNPF mendadak ingin ketemu presiden. Ini salah besar. Ini jalan panjang dari 411," sebut Bachtiar.

Menemui momentum yang tepat, malam di akhir Ramadan, mereka duduk bersama Wiranto. Satu hari sebelum lebaran, GNPF lantas berbincang dengan Lukman untuk berkoordinasi kembali dengan Wiranto. "Paginya minta izin ke Pak Presiden, dan Pak Presiden menerima," imbuhnya.

Sebelumnya Bachtiar mengaku menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jadi, dia menolak bahwa pertemuan GNPF MUI kemarin bersifat mendadak. Pertemuan tersebut menurutnya dalam rangka silaturahmi dengan suasana lebaran yang dinilai tepat. Jokowi pun dalam suasana ingin silaturahmi dengan siapa saja.

"Kebutuhan ini kebutuhan kedua pihak untuk berdialog itu. Ini sebuah keniscayaan. Jadi bukan satu pihak kami minta," pungkas Bachtiar.[jawapos/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.