Ulama Dituduh Makar Langsung Ditangkap, Makar Minahasa Merdeka, Tito: Kita Persuasif Dulu

Ulama Dituduh Makar Langsung Ditangkap, Makar Minahasa Merdeka, Tito: Kita Persuasif Dulu


Jakarta (kabarsatu)  -- Sekelompok orang mendeklarasikan berdirinya negara Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara. Bahkan ada beberapa orang yang mengibarkan bendera Minahasa Raya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan, setiap warga negara Indonesia tidak boleh menuntut kemerdekaan. Meski begitu, ia akan lebih mengedepankan pendekatan secara bijak. Hal itu lantaran ia menduga, tuntutan referendum Minahasa merdeka hanya sebuah sikap spontan saja.

"Nggak boleh. Deklarasi nggak boleh. Kita akan lakukan tindakan persuasif dulu pada saudara-saudara di sana bahwa kita sudah. Ini kan negara NKRI, harus kita pertahankan.  Kita lakukan langkah-langkah persuasif kepada saudara-saudara kita untuk mengimbau, mungkin mereka hanya reaksi spontan saja, emosional," kata Tito usai mengisi kuliah umum bertema 'Peran dan Fungsi Polri Dalam Mengawal Serta Menjaga Keutuhan NKRI' di sela Muktamar ke-XIX PMII di Asrama Haji Kota Palu, Senin (15/5) malam Wita seperti dilansir dari republika

Meski begitu, Tito berjanji untuk menindak mereka yang benar-benar ingin memisahkan diri dari NKRI. "Kami akan lakukan langkah-langkah tegas," kata Tito.

Sangat berbeda perlakuan pihak kepolisian dan kapolri terhadap umat islam.Diksiminatif terhadap islam yang dikukan oleh parat kepolisan kental dan terlihat jelas secara massif.

Jika dipihak umat islam para ulama baru di tuduh akan melakukan makar saja pihak kepolisian dan kalpolri begitu spontan melakukan penangkapan terhadap para ulama islam.Bayangkan baru dituduh diduga makar saja sudah diciduk tanpa bukti dan alasan yang jelas.

Tetapi sangat berbeda perlakuan terhadap para pelaku makar minahasa merdeka yang non muslim secara terang-terangan menyatakan makar dan mendeklerasikanya kepada umum.Pihak kepolisian lebih memlilih dengan jalan persuasif dulu dan tidak lansung menangkap mereka dan menindak mereka secara tegas.

Apa karena mereka bukan umat islam dan di perlakukan secara baik-baik.?

detikcom Jakarta Jumat 31 Maret 2017- Polda Metro Jaya menangkap lima orang terkait dengan dugaan upaya makar. Salah satu yang ditangkap adalah Muhammad Al-Khaththath, Sekjen Forum Umat Islam (FUI).

"Iya betul ada lima orang yang ditangkap. Salah satunya Sekjen FUI Al Khaththath itu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono kepada detikcom, Jumat (31/3/2017).
Argo mengatakan kelima orang tersebut ditangkap di lokasi berbeda pada pagi tadi. Saat ini kelimanya masih diperiksa secara intensif di Markas Komando Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Mereka ditangkap atas dugaan permufakatan makar, tapi berbeda dengan yang sebelumnya," ujar Argo.

Selain Al-Khaththath, Argo menyebutkan satu orang lainnya yang ditangkap adalah seorang pria bernama Diko.


Al-Khaththath, pada Kamis (31/3) kemarin, menggelar konferensi pers mengenai pelaksanaan Aksi 313. Dia merupakan salah satu inisiator dari aksi yang menuntut pemberhentian Gubernur DKI Basuki T Purnama tersebut.[detik/rol/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.