MUI Khawatir Pendukung Ahok Makin Radikal dan Disusupi ISIS

MUI Khawatir Pendukung Ahok Makin Radikal dan Disusupi ISIS


Jakarta (kabarsatu) --Para pendukung tahanan kasus penodaan agama, Basuki Purnama (Ahok), cenderung menjurus ke radikalisme.

Demikian tudingan dari Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah, dalam diskusi "Dramaturgi Ahok", di Cikini, Jakarta, Sabtu (13/5).

Dia mengaku sangat menghormati sikap Ahok yang taat dan patuh kepada proses hukum selama perkaranya berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Dia adalah contoh yang baik dalam rangka taat kepada hukum. Selama 22 persidangan, semua dihadiri tanpa mangkir. Betapa tinggi budaya hukum dibangun Ahok sebagai terdakwa," ungkapnya.

Namun sayang, para pendukungnya membuat pencitraan buruk kepada Ahok lewat aksi-aksi massa di beberapa titik sejak putusan 2 tahun penjara jatuh ke atas Ahok.

"Seolah Ahok aksi menolak putusan pengadilan. Padahal, dia melawan lewat cara banding, bisa nanti kasasi atau bahkan peninjauan kembali," jelasnya.

Di matanya, putusan atas Ahok adalah murni urusan hukum, tidak ada urusan politik atau hak asasi manusia. Sayangnya, kelompok pendukung Ahok menggeser isu ini ke luar dari hukum.

"Bahkan kecenderungannya ada gejala radikalisme di pendukung Ahok. Bagaimana mereka melakukan demo sampai larut malam menyalakan liin dimana-mana, melakukan kekerasan, yang ditentang oleh Ahok sendiri," ucap Ikhsan.

Dia tak menutup kemungkinan para pendukung Ahok akan disusupi kelompok teror semacam ISIS (Islamic State).

"Kekhawatiran kita, gejala-gejala ini dapat ditumpangi, termasuk radikalisme, termasuk ISIS. Dari Celah-celah inilah mereka masuk," tambahnya. [ml/ART]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.