KTP Hilang, Vicky Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu

KTP Hilang, Vicky Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu


Tangerang (kabarsatu) -- Vicky Kurniyanto, 20, bingung saat polisi mendatangi rumahnya di Kampung Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten. Ia ditanya-tanya seputar ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Sekira pukul 00.00 WIB, Kamis 25 Mei 2017, Vicky terlelap di rumahnya. Ia terbangun oleh orang di rumahnya lantaran polisi datang. Vicky kaget. Ia merasa tak pernah melakukan tindakan melawan hukum.

Mabes Polri Duga INS Pelaku Bom Kampung MelayuPelaku Peledakan di Kampung Melayu Diduga Kelompok JAD


"Saat Polisi datang dia lagi pules, jadi engga tahu apa-apa, saya juga kaget kok ada polisi," kata Bagiono, ayah Vicky.

Alangkah terkejutnya Vicky saat polisi mengatakan menemukan SIM dan KTP-nya di lokasi ledakan. Ia mengaku kehilangan dompet beberapa waktu lalu.

Bagiono mengatakan dompet berisi KTP, SIM, dan beberapa kartu lain. Vicky juga sudah melapor ke Mapolsek Jatiuwung.

Menurut Bagiono, Vicky masih menyimpan dokumen kehilangan tersebut. Namun untuk kepentingan penyelidikan, polisi tetap membawa Vicky ke Mapolsek Jatiuwung, Tangerang.

Ledakan terjadi sekira pukul 21.00 Wib, Rabu 24 Mei 2017. Polisi menemukan dua kartu identitas mencantumkan alamat di Cibodas, Kota Tangerang, Banten.

Kemudian, Polres Metro Tangerang mengerahkan personel untuk mengecek informasi tersebut. Hasilnya, pemilik kartu identitas bukan pelaku bom bunuh diri.

"Kami pastikan itu bukan pelaku bom di Kampung Melayu malam kemarin," kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Arlon Sitinjak di Kampung Cibodas, Kamis dini hari 25 Mei 2017.

Ledakan di Kampung Melayu terjadi dua kali. Sebanyak 15 orang menjadi korban. Tiga di antaranya anggota polri, dua lainnya diduga pelaku bom bunuh diri. Sedangkan 10 korban lainnya masih dirawat di tiga rumah sakit berbeda.

Seluruh korban luka dibawa ke rumah sakit terdekat dengan lokasi. Sedangkan polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi mensterilisasi area ledakan. Polisi melarang juru warta dan warga menjauhi lokasi hingga 100 meter.[metro/fatur]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.