Betrok dengan Polisi, Makin Anarkis Masa Pro Ahok Lempar Batu dan Botol

 Betrok dengan Polisi, Makin Anarkis Masa Pro Ahok Lempar Batu dan Botol


Jakarta (kabarsatu)  -- Aksi simpatik dari massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama di depan gedung Pengadilan Tinggi Jakarta berujung bentrok dengan kepolisian. Bentrok terjadi sekitar pukul 18.50 WIB setelah massa menolak membubarkan diri.

Kepala Polres Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi sebelumnya telah berulang kali mengingatkan massa membubarkan diri. Namun imbauan itu tak digubris.

Massa justru semakin merapatkan barisan sambil menyalakan lilin dan menyanyikan lagu kebangsaan untuk Ahok.

Aparat akhirnya mengambil tindakan tegas dengan memaksa massa membubarkan diri. Polisi memaksa massa mundur dengan menggunakan alat anti huru hara membuat barikade.

Peserta aksi yang tidak terima justru melawan. Mereka melempari aparat dengan batu dan botol beberapa kali.

Sebelumnya, salah satu peserta aksi Cahyano (47) menyatakan tidak akan pulang meskipun pihak kepolisian menggunakan water cannon untuk mengusir mereka. Dia mengatakan, akan terus berjuang agar hukum tidak sewenang-wenang.

"Saya tidak takut, saya mau tunggu di sini, kalau perlu menginap saya akan menginap," kata Cahyono.

Sementara itu, dari pantauan CNNIndonesia.com jalur di daerah Cempaka Putih mulai dipadati kendaraan. Arus kendaraan pun tersendat.[cn/ART]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.