Aspek Kemanusiaan, Alasan Polisi Tak Bubarkan Massa Pro Ahok Walau Sudah Malam

Aspek Kemanusiaan, Alasan Polisi Tak Bubarkan Massa Pro Ahok Walau Sudah Malam


Jakarta (kabarsatu) – Massa pendukung Ahok hingga malam hari tak kunjung membubarkan diri di depan Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Massa yang tidak terima atas putusan hakim, menuntut agar Ahok dibebaskan. Massa baru membubarkan diri setelah Ahok dipindahkan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Dalam hal ini, Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan, pihaknya mempertimbangkan berbagai aspek sebelum melakukan penegakan hukum. Karena, penegak hukum memiliki diskresi dalam setiap pelaksanaan aturannya.

“Hukum itu sifatnya ada prinsip-prinsipnya. Ada azas-azasnya. Jadi tidak kemudian saklek kita melakukan suatu hukum seperti itu. Ada pertimbangannya. Ada diskresi. Ada keputusan-keputusan lokal, ada keputusan-keputusan setempat yang bisa diambil melihat situasi yang dihadapi. ‎Betul hukum mesti ditegakkan tapi harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan, ketertiban yang lain. Ini menjadi pertimbangan kita,” kata Andry di lokasi, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (09/05) malam.

Andri mengatakan, pihaknya tengah melakukan negosiasi kepada para pendukung mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Menurut dia, dengan menjalin komunikasi dengan massa pendukung Ahok maka aksi demonstrasi dapat dibubarkan dengan kondusif.

“‎Dalam model negosiasi, dalam model komunikasi tidak ada istilahnya berhenti. Kita harus terus berkomunikasi, berdialog dengan berbagai komponen. Harus sama-sama menyelesaikan masalah hari ini di Cipinang dengan baik,” sambungnya.

“‎Kalaupun kemudian ada sesuatu hal yang berkaitan dengan pengadilan ada mekanisme, ada sistem hukum. Dengan kekurangan dan kelebihan sistem hukum itu harus kita hormati sistem hukum kita,” tutupnya.[kib/ART]
Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.